KISAH SALMAN AL-FARISI


Disalah satu desa yang dekat dengan kota infahan di Persia (iran), Hiduplah seorang anak lelaki yang bernama Mabah bin Mudigsan, Usianya 11 tahun. Lalu namanya itu berubah menjadi salmamn AL-Farisi. Agama semula adalah agama Zoroaster.
Ia pernah Diserahi tugas untuk menjadi “birawan”dan dapat menguasai “api suci” yang menyala.                                                                                                                           
Salman Al-Farisi lain halnya dengan teman-temannya. Ia mempunyai jiwa dan kemauan yang keras. Dia cerdas dan baik maupun cara berpikirnya. Perasaanya halus dan budi pekerti baik serta tingkah lakunya tinggi nilainya. Sehingga orang tertarik kepada bicara dan pidatonya. Orang tuanya seorang pendeta yang taat kepada agamanya. Dia menjadi kepala desa Rahmazmur, dekat kota Isfahan (negeri Persia). Agamanya adalah agama “majusi”.
Kehendak dari orang tuanya supaya dia dapat menggantikanya, karena usianya sudah lanjut, dan dapat memimpin kaumnya Pada waktu yang sudah direncanakanya, Salman pergi menjumpai Rasullalah s.a.w di kota Madinah.
Kedatangan Slman Al-Farisi di negeri Persia, menambah kebanggaan bagi kaum muslimin. Sama halnya dengan Bilan bin Rabah dari negeri Abessiniea, dan Suhaib dari negeri Byzantium (Romawi). Berkat dengan dekat dan akrabnya Rassullalah s.a.w bertambahlah besar jiwanya.
Setelah Rassullalah s.a.w berpulang ke rahmatullah, banyak para sahabat meminta nasesat kepadanya, antara lain adalah : Abu Bakar, Umar bin Khattab.
Umar khaliah yang kedua menggangkat salman Al-Farisi menjadi gubernur di kota Madinah, bekas ibu kota kerajaan Iran. Walaupun dia sudah memangku jabatan yang tinggi, dia selalu menampilkan kehidupannya sehari-hari sangat sederhana.
Kedudukanya sebagai Gubernur di daerah asalnya ini, dimanfaatkannya untuk menggembangkan ajaran Islam kepada bangsanya sendiri. Dia merasa bangga di hatinya, karena telah dapat membina persaudaraan dalam Islam kepada sesame mereka.
Salman Al-Farisi wafat pada usia 80 tahun, sekitar tahun 30 dan 35 Hijriah di kota Madain.
---$$$---

0 komentar: